Tag Archives: konten

Bisnis di Era Industri Internet

ImageInternet sudah menjadi bagian dari ekonomi masyarakat Indonesia saat ini. Banyak orang mulai menyandarkan hidupnya dengan berbisnis di ranah teknologi informasi. Tampak sepele memang. Namun, sebuah laporan dari Deloitte Accesss Economics berikut ini yang dilansir dari Antaranews.com patut dipertimbangkan.

Bertajuk “Nusantara Terhubung: Peran Internet dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia”, laporan tersebut menyebutkan fakta bahwa internet telah berkontribusi sebesar 1,6 persen atau sekitar 116 Triliyun Rupiah (13 Milyar Dollar Amerika) terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) tahunan Indonesia. Hal ini memposisikan internet sama pentingnya dengan gas alam cair (Liquid Natural Gas). Lebih lanjut, laporan tersebut juga menyebutkan bahwa internet di Indonesia diprediksi akan tumbuh hingga mencapai 2,5 persen dari PDB pada 2016 mendatang dengan nilai 324 triliun Rupiah.

Sebuah potensi yang sangat besar tentunya. Lantas, bagaimana memanfaatkan peluang ini dalam berbisnis. Solusinya adalah dengan merumuskan sebuah kerangka kerja (frame work) di era industri internet dan diharapkan mampu meningkatkan sektor yang berhubungan dengan internet seperti media, pemerintahan, perdagangan, dan pendidikan. Kerangka kerja tersebut dikelompokkan ke dalam tiga pilar utama yaitu: Connectivity, Content, Community.

Connectivity (konektivitas) merupakan segala hal yang berhubungan dengan infrastruktur teknologi informasi, seperti: penetrasi PC, jumlah pengguna online, frekuensi penggunaan internet, penetrasi telepon seluler, jumlah media online berita, ketersediaan bandwith, tarif teknologi komunikasi, isu akses universal, dan regulasi untuk ISP. Konektivitas merupakan syarat pertama terciptanya sebuah ekosistem online. Hal ini akan semakin kuat dengan meningkatnya kecepatan internet dan hadirnya perangkat-perangkat yang memungkinkan orang terkoneksi di mana pun mereka berada, seperti telepon pintar dan Tablet PC.

Kerangka kerja kedua adalah Content (konten). Adapun beberapa parameter yang menjadi acuan dapat didefinisikan antara lain: jumlah situs web yang berbicara tentang sebuah negara dan dipublikasikan di dalamnya, konten lokal, konten meta (meta-content) seperti direktori dan mesin pencari, penggunaan bahasa lokal dan standarisasinya, dan layanan konten pendorong komersial (commerce driven). Isu yang relevan lainnya berkaitan dengan konten antara lain: desain reportase dan penyampaian cerita, desain situs, sinergi lintas media, dan Sistem Pengelola Konten (Content Management System – CMS).

Sedangkan Community (komunitas) fokus terhadap teknologi sebagai media pembentuk komunitas, seperti situs komunitas, kelompok diskusi, forum email, dan ruang mengobrol (chat room). Lebih jauh, terbentuknya juga jaringan komunitas, jurnalisme partisipatif, dan blog pendorong komunitas (community driven). Dalam industri internet, dapat ditarik kesimpulan bahwa keberadaan komunitas telah menunjukan kebesaran internet. Media yang memiliki komunitas yang baik dan loyal, umumnya juga menjadi media yang besar. Salah satu buktinya adalah dengan mengambil contoh helaran Piala Dunia 2002 lalu yang membuat 2 juta orang berbondong-bondong mengunjungi situs olahraga UOL.com.

Contoh yang lebih baru adalah Facebook yang memiliki 845 juta pengguna pada 2011. Hal ini memperbesar keuntungannya dari 1,97 Milyar Dollar pada 2010 menjadi 3,71 Milyar Dollar pada 2011. Sebuah pencapaian yang fantastik dan ini semua bisa terwujud berkat kerangka kerja yang menjadi tulang punggung dalam industri internet. Hanya dengan kerangka kerja yang kokoh dan stabillah kelangsungan industri internet dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan.

Iklan